Pengembangan Mobil Otonom, Mobil Tanpa Supir

Pengembangan Mobil Otonom, Mobil Tanpa Supira

Pernah membayangkan mengendarai mobil namun tak perlu capek menyetir? Perkembangan dunia otomotif memang tak pernah berhenti.

Hampir semua produsen kendaraan menciptakan inovasi baru, sehingga menjadikan persaingan semakin ketat. Persaingan juga termasuk dalam pengembangan mobil otonom, dimana beberapa produsen terlihat semakin serius mengembangkan mobil tanpa supir ini. Hal yang sebelumnya hanya bisa Anda lihat di film, kini mulai menjadi kenyataan.

Beberapa negara di dunia pun berlomba mengembangkan dan menguji coba mobil otonom. Pemerintah Inggris bahkan berani menginvestasikan 19 juta poundsterling untuk mengembangkan teknologi tersebut.

Selain di Inggris, dinas jalan raya dan transportasi Dubai juga sudah memulai penelitian mengenai penggunaan mobil otonom.

Perusahaan mana saja yang telah mengembangkan mobil otonom? Berikut ini terdapat beberapa produsen yang saat ini terlibat dalam pengembangan mobil otonom.

Mobil Otonom Google

Mobil Otonom Google

Mobil tanpa supir pertama adalah milik Google. Sekarang, perkembangan mobil ini telah meningkat, melalui kemampuannya yang sudah melaju hingga sejauh 1 juta kilometer di jalanan raya Amerika Serikat. Peningkatan ini dinilai telah melampaui para pesaingnya.

Menurut informasi yang didapat dari Mobil123.com, perencanaan mobil otonom Google kini semakin matang pasca merekrut sosok berpengaruh di industri otomotif, yaitu John Krafcik, yang merupakan mantan petinggi Ford dan CEO Hyundai Amerika.

Peran Krafcik di industri otomotif dinilai Google memberikan keuntungan tersendiri, terutama untuk proyek dalam memasarkan mobil otonom dalam skala besar.

Oleh karena itu, Google menunjuk mantan CEO Hyundai ini untuk memimpin pengembangan mobil otonom tersebut.

Prototype mobil tanpa supir buatan Google ini dibangun di kota Livoina, Amerika Serikat. Untuk kemampuannya sendiri, mobil ini memiliki fitur perintah suara, GPS, pengendali navigasi, sensor gerakan dan tanggap pada lingkungan.

Sementara itu, proyeknya ini akan berada dalam naungan Google X dan peluncurannya direncanakan pada tahun 2020.

Mobil Otonom Volvo

Mobil Otonom Volvo

 

Selain Google, pabrikan mobil yang berbasis di Swedia, Volvo, juga dikabarkan sedang mengembangkan mobil otonom. Mobil ini merupakan buah kerjasama antara Volvo dan Nissan Motor Company.

Mobil ini direncanakan masuk ke tahap uji coba pada tahun 2017. Yang menarik, tahapan ini melibatkan konsumen secara langsung, untuk merasakan sensasi menggunakan mobil tanpa supir. Lokasi pengujiannya sendiri dilakukan di kawasan Gothenburg, Swedia, dan dilakukan secara tertutup.

Agar menciptakan mobil otonom yang sempurna, Volvo merancang semua konsep dan teknologi yang akan disematkan secara matang. Bahkan, Volvo pun tak segan melibatkan pemerintah Swedia dalam perancangannya.

Selain mobil otonom ini, Volvo juga menyiapkan mobil tanpa supir dalam segmentasi SUV (Sport Utility Vehicle). Mobil ini dinamakan Volvo XC90 dan di dalamnya terdapat spesifikasi seperti kamera berkemampuan untuk menangkap informasi di jalanan, serta sensor radar.

Cadillac CTS

Perusahaan lain yang ikut mengembangkan mobil otonom adalah Cadillac, berasal dari Amerika Serikat. Kabar mengenai pengembangan mobil tanpa supir tersebut dilakukan saat ajang Intelligent Transport System World Congress yang diadakan di Detroit.

CEO Cadillac, Mary Barra, mengumumkan bahwa mobil otonom bernama Cadillac CTS akan hadir pada tahun 2017 mendatang.

Mobil ini dibekali dengan teknologi Super Cruise yang memiliki kemampuan untuk menjalankan mobil, mengontrol akselerasi, pengereman dan power steering. Akan tetapi, pengemudi harus tetap dibalik kemudi agar teknologi Super Cruise dapat tetap bekerja.

Yang tidak kalah menarik, Cadillac CTS juga hadir dengan dukungan teknologi vehicle-to-vehicle. Teknologi ini memungkinkan mobil dapat berkomunikasi dengan mobil sejenis, membuat mobil dapat saling mengirimkan informasi seperti kecepatan guna menghindari sebuah kecelakaan.

Well, perkembangan industri otomotif sudah seharusnya disambut positif oleh semua orang, terlebih jika mobil tersebut mendatangkan banyak keuntungan dan kemudahan.

Bagikan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+



Berita Teknologi